CV. Rhestu Mandiri, alamat Jl. Raya Mangkang No.25 Tugu Semarang 50156 Phone (024)8663677 / 085842885000 / 087832885000 | PERDAGANGAN UMUM DAN PELAYANAN JASA : -Jasa Kontruksi dan Bangunan Sipil, -Jasa Laporan Pajak Perusahaan Dan Perorangan, -Jasa Catering dan Tata Boga, -Jasa Perijinan : NPWP,SIUP,TDP,CV,PT,IMB, dan HO | Menerima Anak Kos, dengan fasilitas : Kamar Mandi Dalam, Air Lancar, Lokasi Setrategis (Dekat dengan jalan raya)

Software Developer

Rabu, 21 Agustus 2013

By on 00.33




PENGELOLAAN PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI


Pengelolaan pengendalian-pengendalian (Managing Controls) yaitu kegiatan-kegiatan yang dilakukan Manajer Sistem Informasi untuk menyakinkan bahwa pengendalian-pengendalian di dalam sistem teknologi informasi masih tetap dilakukan dan masih efektif dalam mencegah ancaman dan gangguan terhadap sistem informasi. 

Tujuan dari sistem informasi tidak akan mengena jika sistem ini terganggu, sehingga sistem informasi harus mempunyai pertahanan terhadap ancaman dan gangguan tersebut, dan pertahanan ini harus dilakukan terus menerus.

Pengendalian di sistem teknologi informasi terbagi menjadi dua kelompok, yaitu :
A.   Pengendalian secara umum (General Controls)
B.   Pengendalian aplikasi (Application Controls)

A.  PENGENDALIAN SECARA UMUM
Pengendalian secara umum merupakan pengendalian-pengendalian sistem teknologi informasi yang paling luar yang harus dihadapi terlebih dahulu oleh pemakai sistem informasinya.

Pengendalian secara umum terdiri dari :
1.    Pengendalian organisasi
2.    Pengendalian dokumentasi
3.    Pengendalian kerusakan perangkat keras
4.    Pengendalian keamanan fisik
5.    Pengendalian keamanan data

A.1. Pengendalian Organisasi
Perencanaan yang baik dan organisasi sistem informasi yang berfungsi seperti yang diharapkan merupakan pengendalian organisasi yang baik. Pengendalian organisasi ini dapat tercapai bila ada pemisahan tugas dan pemisahan tanggung jawab yang tegas.

Pemisahan ini dapat berupa pemisahan tugas dan tanggung jawab di antara departemen dan pemisahan tugas dan tanggung jawab di dalam departemen sistem informasi itu sendiri.

A.2. Pengendalian Dokumentasi
Lihat penjelasannya  di materi Dokumentasi.

A.3. Pengendalian Kerusakan Perangkat Keras
Proses pengolahan data dapat terganggu jika terjadi kerusakan perangkat keras yang dapat menyebabkan kemacetan proses. Untuk mencegah hal ini, maka dapat dilakukan dengan pengendalian perangkat keras, menyediakan perangkat keras cadangan dan membeli asuransi.

Pengendalian perangkat keras komputer merupakan pengendalian yang sudah dipasang di dalam komputer itu (built in) oleh  pabrik pembuatnya. Pengendalian ini dimaksudkan untuk mendeteksi kesalahan atau tidak berfungsinya perangkat keras (hardware malfunction).

Pengendalian perangkat keras dapat berupa :
§  Pemeriksaan pariti (Parity Check)
RAM mempunyai kemampuan untuk melakukan pengecekan dari data yang disimpannya, yang disebut dengan parity check. Bila data hilang atau rusak, dapat diketahui dari sebuah bit tambahan yang disebut dengan parity bit atau check bit. Misalnya 1 byte memory di RAM terdiri dari 8 bit, sebagai parity bit digunakan sebuah bit tambahan, sehingga menjadi 9 bit.

§  Pemeriksaan gaung (Echo Check)
Tujuan dari pengecekan ini adalah untuk menyakinkan bahwa alat-alat input/output seperti misalnya printer, tape drive, disk drive, dsb masih tetap berfungsi dengan memuaskan bila akan dipergunakan.

§  Pemeriksaan baca setelah rekam (Read after write check)
Tujuan dari pengecekan ini adalah untuk menyakinkan bahwa data yang telah direkam ke media simpanan luar telah terekam dengan baik dan benar. Untuk mengetahui hal ini, setelah data direkam, maka dibaca kembali untuk dibandingkan dengan data yang direkamkan, kalau sama berarti telah direkam dengan benar.

§  Pemeriksaan baca ulang (Dual read check)
Tujuan dari pengecekan ini adalah untuk menyakinkan apakah data yang telah dibaca, telah dibaca dengan benar. Untuk maksud ini, data yang dibaca, dibaca sekali lagi dan dibandingkan keduanya, bila sama berarti telah dibaca dengan benar tanpa kesalahan.

§  Pemeriksaan validitas (Validity Check)
Tujuan dari pengecekan ini adalah untuk menyakinkan bahwa data telah dikodekan dengan benar.

A.4. Pengendalian Keamanan Fisik
Pengendalian keamanan fisik perlu dilakukan untuk menjaga keamanan terhadap perangkat keras, perangkat lunak, dan manusia di dalam perusahaan.

Pengendalian keamanan fisik dapat dilakukan sebagai berikut :
1)    Pengawasan terhadap pengaksesan fisik
Pengawasan ini merupakan proteksi yang berupa pembatasan terhadap orang-orang yang akan masuk ke bagian yang penting.
Pengawasan ini dapat dilakukan dengan cara :
-          Penempatan satpam
-          Pengisian agenda kunjungan
-          Penggunaan tanda pengenal
-          Pemakaian kartu
-          Penggunaan Closed-Circuit Television

2)    Pengaturan lokasi fisik
Lokasi ruang komputer merupakan pertimbangan yang penting di dalam perencanaan sekuriti. Pengendalian terhadap lokasi fisik yang baik dari ruang komputer dapat berupa :
-          Lokasi yang tidak terganggu oleh lingkungan
-          Gedung yang terpisah
-          Tersedia fasilitas cadangan

3)    Penerapan alat-alat pengaman
Alat-alat pengaman tambahan dapat digunakan untuk mengendalikan hal-hal yang dapat terjadi yang dapat menyebabkan sesuatu yang fatal. Alat-alat pengaman tersebut dapat berupa :
-          Saluran air
-          Alat pemadam kebakaran
-          UPS (Uninteruptible Power Systems)

4)    Stabilizer

5)    AC (Air Conditioner)

6)    Pendeteksi kebakaran
  
A.5. Pengendalian Keamanan Data
Menjaga integritas dan kemanan data merupakan pencegahan terhadap keamanan data yang tersimpan di simpanan luar supaya tidak hilang, rusak dan diakses oleh orang yang tidak berhak.


Cara-cara pengendalian keamanan data :
1)   Dipergunakan Data Log
Agenda (Log) dapat digunakan pada proses pengolahan data untuk memonitor, mencatat dan mengidentifikasi data. Kumpulan data yang akan dimasukkan ke departemen sistem informasi seharusnya dicatat terlebih dahulu oleh data control group. File dan program yang dibutuhkan pada operasi pengolahan data juga harus dicatat oleh librarian di library log. Dengan demikian segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perubahan data dapat diketahui, diidentifikasi dan dilacak.

Disamping data log, dapat juga digunakan transaction log, yaitu suatu file yang akan berisi nama-nama pemakai komputer, tanggal, jam, tipe pengolahannya, lokasi, dsb tentang penggunaan sistem informasi yang perlu diketahui.
   
2)    Proteksi File
Beberapa alat atau teknik tersedia untuk menjaga file dari penggunaan yang tidak benar yang dapat menyebabkan rusak atau tergantinya data dengan nilai yang tidak benar, diantaranya adalah :
-          Cincin proteksi pita magnetik
-          Write-protect tab
Suatu tab yang dapat digeser naik atau turun di disket untuk membuat disket hanya dapat dibaca.
-          Label ekternal dan label internal
-          Read-only storage

3)    Pembatasan pengaksesan (access restriction)
Tujuan sekuriti yang penting adalah untuk mencegah personil yang tidak berwenang untuk dapat mengakses data.

Pengaksesan harus dibatasi untuk mereka yang tidak berhak dengan cara :
-          Isolasi fisik
Data yang penting dapat secara fisik diisolasi dari penggunaan personil-personil yang tidak berhak.
-          Otorisasi dan identifikasi
Tiap-tiap personil yang berhak mengakses data telah diotorisasi dan diberi pengenal (diidentifikasi) dengan memberikan password kepada personil.
-          Automatic lockout
Untuk mencegah seseorang mencoba-coba password berulang-ulang, biasanya mencoba password hanya diberikan kesempatan tiga kali.
-          Pembatasan pemakaian
-          Mengunci keyboard

4)   Data back-up dan recovery
Pengendalian back-up dan recovery diperlukan untuk berjaga-jaga jika file atau database mengalami kerusakan, kesalahan data, atau kehilangan data.

Back-up adalah salinan dari file atau database di tempat yang terpisah.
Recovery adalah file atau database yang telah diperbaiki dari kerusakan, kesalahan atau kehilangan datanya. 

Ada 5 tipe penyebab yang dapat mengakibatkan kesalahan, kerusakan atau kehilangan data :
-          Disebabkan oleh kesalahan program (program error)
-          Disebabkan oleh kesalahan  perangkat lunak sistem (systems software error)
-          Disebabkan oleh kegagalan perangkat keras (hardware failure)
-          Disebabkan oleh kesalahan prosedur (procedural error)
-          Disebabkan oleh kegagalan lingkungan (environmental failure)

B.  PENGENDALIAN APLIKASI
Pengendalian aplikasi merupakan pengendalian yang dipasang pada pengolahan aplikasinya.

Pengendalian aplikasi terdiri dari :
1.    Pengendalian-pengendalian Masukan (Input Control)
2.    Pengendalian-pengendalian Pengolahan (Processing Control)
3.    Pengendalian-pengendalian Keluaran (Output Controls)

B.1. Pengendalian-pengendalian Masukan

Pengendalian masukan mempunyai tujuan untuk meyakinkan bahwa data transaksi yang valid telah lengkap, terkumpul semuanya serta bebas dari kesalahan sebelum dilakukan proses pengolahannya.

Data input yang akan dimasukkan ke dalam komputer dapat melibatkan dua tahap, yaitu :
a)    Data Capture (Penangkapan data) merupakan proses mengidentifikasikan dan mencatat kejadian nyata yang terjadi akibat transaksi yang dilakukan oleh organisasi.
b)    Data Entry (Pemasukan data) merupakan proses membacakan atau memasukkan data ke dalam komputer.

Pada tahap data capture dapat dilakukan pengendalian sbb :
1)    Nomor urut tercetak pada dokumen dasar
Dokumen dasar harus diberi nomor urut yang sudah tercetak. Tujuan dari pengendalian ini adalah untuk mengetahui bila ada dokumen yang hilang.
2)    Ruang maksimum untuk masing-masing field di dokumen dasar
Dokumen dasar dirancang sedemikian rupa sehingga tidak ada field data yang meleset, yang dapat dilakukan dengan menyediakan ruang maksimum untuk masing-masing field data, sehingga kelebihan digit atau karakter dapat terlihat. Pengendalian ini merupakan pengendalian untuk kebenaran data.
3)    Kaji ulang data
Personil yang mengisi dokumen dasar harus mengkaji ulang kembali data yang dicatatnya, dengan cara meneliti kembali kelengkapan dan kebenaran datanya.
4)    Verifikasi data
Dokumen dasar yang sudah diisi oleh seorang personil dapat diverifikasi kelengkapan dan kebenarannya oleh personil yang lainnya.

Pengendalian pada tahap pemasukkan data berupa pengecekan yang telah terprogram di dalam program aplikasi dan disebut dengan Programmed Check (pengecekan program).

Pengendalian yang ada di programmed check dapat berupa :  
1)   Echo check
Data yang diketikkan pada keyboard untuk dimasukkan ke komputer akan ditampilkan (echo) pada layar terminal. Dengan demikian operator dapat membandingkan antara data yang diketikkan dengan data yang seharusnya dimasukkan. Program dibuat sedemikian rupa dengan memberikan kesempatan pada operator untuk memperbaiki bila data yang diketikkan salah.
2)   Existence check
Kode yang dimasukkan dibandingkan dengan daftar kode-kode yang valid dan sudah diprogram.
3)   Matching check
Pengecekan ini dilakukan dengan membandingkan kode yang dimasukkan dengan field di file induk bersangkutan.
4)   Field check
Field dari data yang dimasukkan diperiksa kebenarannya dengan mencocokkan nilai dari field data tersebut dengan tipe field-nya, apakah bertipe numerik, alphabetik, atau tanggal.
5)   Sign check
Field dari data yang bertipe numerik dapat diperiksa untuk menentukan apakah telah berisi dengan nilai yang mempunyai tanda yang benar, positif atau negatif.


6)   Relationship check atau logical check
Hubungan antara item-item data input harus sesuai dan masuk akal. Pengecekan ini berfungsi untuk memeriksa hubungan antara item-item data input yang dimasukkan ke komputer. Kalau tidak masuk akal, maka akan ditolak oleh komputer.
7)   Limit check atau reasonable check
Nilai dari input data diperiksa apakah cukup beralasan atau tidak.
Contohnya,tanggal transaksi yang terjadi adalah 30 Februari 2000 adalah tidak beralasan.
8)   Range check
Nilai yang dimasukkan dapat diseleksi supaya tidak keluar dari jangkauan nilai yang sudah ditentukan.
9)   Self-checking digit check
Self-checking digit check adalah pengecekan untuk memeriksa kebenaran dari digit-digit data yang dimasukkan. Pengecekan ini digunakan karena operator cenderung melakukan kesalahan memasukkan digit-digit data.
10)Sequence check
Sequence check memeriksa urutan dari record data yang dimasukkan dengan cara membandingkan nilai field record tersebut dengan nilai field record sebelumnya yang terakhir dimasukkan.
11)Label check
Untuk menghindari kesalahan penggunaan file, maka label internal yang ada di simpanan luar dapat diperiksa untuk dicocokkan dengan yang seharusnya digunakan.
12)Batch control total check
Batch control total check umumnya diterapkan pada pengolahan data dengan metode batch processing.
13)Zero-balance check
Bila transaksi yang dimasukkan merupakan nilai-nilai yang saling mengimbangi, misalnya nilai-nilai debet dan nilai-nilai kredit, maka nilai-nilai tersebut harus imbang atau kalau dikurangkan selisihnya harus nol. Zero-balance check akan melakukan pengecekan selisih antara dua sisi tersebut harus imbang.

B.2. Pengendalian-pengendalian Pengolahan
Tujuan dari pengendalian-pengendalian pengolahan adalah untuk mencegah kesalahan-kesalahan yang terjadi selama proses pengolahan data yang dilakukan setelah data dimasukkan ke dalam komputer. Kesalahan pengolahan dapat terjadi karena program aplikasi yang digunakan untuk mengolah data mengandung kesalahan.

Kesalahan-kesalahan yang umumnya disebabkan oleh kesalahan dalam program adalah :
1)   Overflow
Overflow terjadi jika proses pengolahan mengandung perhitungan yang hasilnya terlalu besar atau terlalu kecil, sehingga tidak muat untuk disimpan di memori komputer. Jika terjadi overflow, maka hasil dari proses pengolahan data menjadi tidak tepat lagi.

2)    Kesalahan logika program
Kesalahan ini merupakan kesalahan yang berbahaya dan sulit untuk dilacak, karena kesalahan logika program tidak dapat ditunjukkan oleh komputer dan tetap akan didapatkan hasilnya, tetapi dengan hasil yang salah.

3)    Logika program yang tidak lengkap

4)    Penanganan pembulatan yang salah
Permasalahan pembulatan terjadi bila tingkat ketepatan yang diinginkan dari perhitungan arithmatika lebih kecil dari tingkat ketepatan yang terjadi.

5)    Kesalahan akibat kehilangan atau kerusakan record.

6)    Kesalahan urutan data
7)    Kesalahan data di file acuan (reference file)

8)    Kesalahan proses serentak
Kesalahan proses serentak (concurency) terjadi jika sebuah file di dalam basis data dipergunakan oleh lebih dari seorang pemakai dalam network.

B.3. Pengendalian-pengendalian Keluaran
Keluaran (output) yang merupakan produk dari pengolahan data dapat disajikan dalam bentuk hard copy dan soft copy. Pengendalian-pengendalian keluaran dimaksudkan untuk diterapkan pada kedua macam bentuk keluaran tersebut.

Dalam bentuk hard copy keluaran yang paling banyak dilakukan adalah berbentuk laporan yang dicetak menggunakan printer.
Dalam bentuk soft copy yang paling umum adalah berbentuk tampilan di layar terminal.

Untuk menghasilkan laporan yang berbentuk hard copy dapat dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu :
1)            Tahap menyediakan media laporan
2)            Tahap memproses program yang menghasilkan laporan
3)            Tahap pembuatan laporan di printer file
4)            Tahap pengumpulan laporan
5)            Tahap mencetak laporan di media kertas
6)            Tahap mengkaji ulang laporan
7)            Tahap pemilahan laporan
8)            Tahap distribusi laporan
9)            Tahap kaji ulang laporan oleh pemakai laporan
10)         Tahap pengarsipan laporan
11)         Tahap pemusnahan laporan yang sudah tidak diperlukan

Pengendalian-pengendalian keluaran yang dapat dilakukan untuk masing-masing tahap keluaran adalah sebagai berikut :
1)    Pengendalian pada tahap penyediaan media laporan.
Pengendalian terhadap penyimpanan media laporan ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
-          Menyelenggarakan sistem penyimpanan media laporan tercetak.
-          Pengendalian terhadap pengaksesannya
-          Pemberian nomor urut
-          Penyimpanan cap pengesahan yang terpisah

2)    Pengendalian pada tahap pemrosesan program penghasil laporan.
Pengendalian pada proses program yang digunakan untuk mencetak laporan merupakan pengecekan-pengecekan yang sudah dipasang di dalam program. Pengendalian ini bertujuan untuk menjamin kebenaran dan kelengkapan informasi yang dicetak di dalam laporan.

3)    Pengendalian pada tahap pembuatan printer file.
Kemungkinan suatu laporan tidak langsung dicetak ke printer, tetapi direkam terlebih dahulu ke file, karena disebabkan oleh beberapa hal, seperti :
-          Menunggu printer yang sedang digunakan oleh proses yang lain.
-          Bentuk dan isi laporan akan dimodifikasi kembali.
Kalau printer file digunakan, maka harus dilakukan pengendalian-pengendalian sebagai berikut :
-          Isi dari pinter file tidak dapat diubah oleh orang lain yang tidak berhak.
-          Printer file tidak disalin oleh orang lain yang tidak boleh melihat isi laporan.
-          Printer file hanya dicetak untuk keperluan yang sah saja dan dihapus bila sudah tidak diperlukan

4)    Pengendalian pada tahap pencetakan laporan.
Pengendalian pada tahap ini mempunyai dua tujuan utama untuk :
-          meyakinkan bahwa yang dicetak hanya sejumlah tembusan yang diperlukan saja
-          mencegah isi dari laporan tidak terbaca oleh orang lain yang tidak berhak

5)    Pengendalian pada tahap pengumpulan laporan.
Setelah laporan dicetak, maka harus dikumpulkan segera oleh staf bagian pengendalian. Semua laporan dapat diletakkan terlebih dahulu di tempat yang khusus dan terkunci sebelum didistribusi-kan. Laporan tidak boleh ditinggal di ruang komputer secara sembarangan, karena dapat hilang atau terbaca oleh orang lain yang tidak berhak.

6)    Pengendalian pada tahap kaji ulang laporan.
Sebelum laporan didistribusikan dan digunakan oleh pemakai laporan, maka laporan-laporan tersebut harus bebas dari kesalahan serta harus mencerminkan informasi yang tidak menyesatkan. Untuk itu laporan sebelum didistribusikan harus diperiksa kembali atau dikaji ulang terhadap kesalahan yang tampak, misalnya field yang mengandung nilai yang tidak masuk akal, cetakan yang tidak benar, data yang hilang atau tidak terbaca, dsb.

7)    Pengendalian pada tahap pemilahan program.
Jika laporan terdiri dari beberapa halaman atau terdiri dari beberapa macam untuk beberapa pemakai yang berbeda, maka laporan tersebut perlu untuk dipilah dalam kelompok-kelompok tertentu. Staf bagian pengendalian harus turut mengawasi dan mengecek bahwa laporan-laporan tersebut telah lengkap, tidak ada yang hilang dan tidak difotokopi atau disalin. Kemudian laporan yang sudah dipilah harus langsung didistribusikan.

8)    Pengendalian pada tahap distribusi laporan.
Pengendalian yang dapat diterapkan pada tahap ini adalah :
-          Laporan dapat diberi tanggal kapan dibuat, sehingga distribusi yang terlambat dapat diketahui oleh pemakainya.
-          Dibuat daftar distribusi siapa-siapa saja yang berhak untuk menerima laporan, sehingga distribusi tidak keliru ke pihak lain yang tidak berhak.
-          Untuk laporan yang penting, harus dibuat daftar penerimaan yang ditandatangani oleh si penerima laporan sebagai bukti bahwa laporan telah didistribusikan dan diterima dengan benar dan lengkap.
9)    Pengendalian pada tahap kaji ulang oleh pemakai.
Penerima laporan sebaiknya mengkaji ulang isi dari laporan yang diterimanya sebelum menggunakannya untuk mendeteksi kesalahan yang mungkin ada. Pemakai laporan harus memberikan umpan balik kepada bagian Sistem Informasi terhadap kesalahan atau ketidaksesuaian serta perbaikan lebih lanjut terhadap laporan yang digunakannya, sehingga untuk di kemudian hari laporan dapat lebih efektif.

10) Pengendalian pada tahap pengarsipan laporan.
Jika laporan sudah tidak digunakan lagi oleh pemakai laporan pada suatu saat tertentu, tetapi masih penting untuk digunakan di masa mendatang, maka laporan tersebut harus diarsip dengan baik. Pengarsipan laporan harus aman, tidak mudah dijangkau oleh orang lain yang tidak berhak.

11) Pengendalian pada tahap pemusnahan laporan.
Bila laporan sudah tidak digunakan lagi selamanya, maka laporan harus dimusnahkan. Pemusnahan laporan harus benar-benar dilakukan tak berbekas, yang dapat dilakukan dengan dibakar atau dihancurkan dengan alat pengracik kertas.

Laporan yang berbentuk soft copy, informasi ditampilkan pada layar terminal. Pengendalian yang dilakukan pada laporan yang berbentuk soft copy meliputi :
1)    Pengendalian pada informasi yang ditansmisikan
Pengendalian ini dimaksudkan supaya orang yang tidak berhak tidak dapat menyadap di tengah jalur untuk informasi yang dikirimkan.

Kalau transmisi informasi menggunakan jalur telekomunikasi, maka dapat dilakukan dengan menyandikan (encryption) informasi yang ditransmisikan. Kalau pengiriman informasi sifatnya lokal dengan menggunakan kabel, maka jalur kabel harus diawasi supaya penyadapan kabel (wiretapping) dapat dicegah.
 
2)    Pengendalian pada tampilan di layar terminal
Pengendalian ini berguna untuk mencegah mereka yang tidak berhak untuk dapat melihat informasi yang ditampilkan di layar terminal.

Pengendalian ini dapat dilakukan dengan beberapa cara :
-          Menempatkan masing-masing terminal di ruangan yang terpisah.
-          Menampilkan informasi yang penting dan tidak ingin terlihat orang lain dengan tampilan intensitas rendah (low intensity) di layar terminal, sehingga tidak mudah dibaca dari jarak jauh.
-          Meletakkan terminal yang menghadap ke tembok, sehingga tidak mudah terlihat bagi mereka yang lewat.

Memeriksa Keefektifan Pengendalian-pengendalian Yang Dipasang
Salah satu cara untuk menyakinkan bahwa pengendalian-pengendalian telah diterapkan dan beroperasi semestinya dapat dilakukan dengan memeriksa pengendalian-pengendalian yang ada secara rutin. Cara ini disebut dengan Pemeriksaan Sistem-sistem Informasi (Information Systems Audit)

Pengauditan  sistem-sistem informasi didefinisikan oleh Weber (1999) sebagai : suatu proses mengumpulkan dan mengevaluasi bukti untuk menentukan apakah suatu sistem komputer telah menjaga aktiva-aktiva, menjaga integritas data, membuat sasaran organisasi dicapai secara efektif dan menggunakan sumber-sumber daya secara efisien.

Pengauditan sistem-sistem informasi mempunyai tujuan untuk : 
a.    Meningkatkan keamanan dari aktiva-aktiva
b.    Meningkatkan integritas data
c.    Meningkatkan efektivitas sistem
d.    Meningkatkan efisiensi sistem

Pengauditan sistem-sistem informasi menggunakan lima macam prosedur sebagai berikut :
1.    Prosedur-prosedur untuk mendapatkan pemahaman dari pengendalian-pengendalian yang ada.
Teknik-teknik yang digunakan adalah bertanya, inspeksi dan observasi untuk mendapatkan pemahaman apakah pengendalian-pengendalian sudah diterapkan.
  
2.    Pengujian terhadap pengendalian-pengendalian (Test of controls).
Teknik-teknik yang digunakan adalah bertanya, inspeksi dan observasi untuk menilai apakah pengendalian-pengendalian yang ada sudah beroperasi dengan efektif.
3.    Pengujian terhadap nilai-nilai transaksi secara terinci (Substantive tests of details of transactions).
Pengujian ini dilakukan untuk mendeteksi kesalahan-kesalahan rupiah di transaksi-transaksi yang dapat mengakibatkan kesalahan di laporan-laporan keuangan.

4.    Pengujian terhadap nilai-nilai di saldo rekening secara terinci (Substantive tests of details of account balances).
Pengujian ini difokuskan pada saldo-saldo rekening-rekening neraca dan laporan rugi laba.

5.    Prosedur-prosedur kaji analitikal (Analytical review procedures).
Pengujian ini difokuskan pada hubungan antara item-item data dengan maksud untuk mengidentifikasikan area-area yang membutuhkan pekerjaan audit lebih lanjut.
By : AHMAD HIDAYATULLAH ICHSAN_RPL SMK NEGERI 8 SEMARANG
@ahmadichsan11




Minggu, 18 Agustus 2013

By on 09.54


1.       PEMBAHASAN. Struktur Algoritma. Struktur dasar algoritma terbentuk dari tiga struktur dasar, yakni struktur berurutan,struktur percabangan/pemilihan/keputusan dan struktur pengulangan. Dalam bahasa pemrograman ketiga dasar pembentuk sebuah algoritma tersebut dikenal dengan sequencing, ranching danlooping. Pada dasarnya hampir semua algoritma merupakan gabungan daristruktur tersebut. Algoritma Berurutan (Sequencing) Struktur berurutan ini dapat dianalogikan dengan kita berjalan lurus atau kendaraan yangmeluncur dijalan yang lurus. Langkah demi langkah atau kilometer demi kilometer kita harusmelaluinya sehingga tahapan demi tahapan harus dilalui sesuai dengan urutannya. Dapat jugakita analogikan dengan mencatat mata pelajaran, kata demi kata dan kalimat demi kalimat kitamenyalinnya secara berurutan sampai selesai.Struktur berurutan bisa terdiri dari satu dan atau beberapa instruksi. Intruksi intruksitersebut akan dieksekusi oleh komputer sesuai dengan urutannya. Oleh sebab itu maka pentingnya sistematika yang tepat dan benar agar algoritma tersebut menghasilkan “output”yangkita harapkan. Menurut Goldshlager dan A. Lister, struktur berurutan mengikuti ketentuansebagai berikut; •Tiap instruksi dikerjakan satu demi satu. •Tiap instruksi hanya dilakukan/dilaksanakan tepat satu kali, tidak ada pengulangan •Urutan pelaksanaan yang dilakukan oleh komputer(pemroses) sama dengan urutan yangditulis dalam algoritmanya. •Akhir dari instruksi terakhir, merupakan akhir algoritma Synchronous berurutan/sequetial logika Hampir semua hari logika sekuensial clock atau logika sinkron. Dalam rangkaian sinkron, osilator elektronik yang disebut jam menghasilkan urutan pulsa berulang yang disebut sinyal clock yang didistribusikan kepada semua elemen memori di sirkuit. Unsur memori dasar dalam logika sekuensial adalah flip-flop. Output dari masing-masing flip-flop perubahan hanya bila dipicu oleh pulsa clock, sehingga perubahan sinyal logika seluruh rangkaian semua mulai pada saat yang sama, secara berkala, disinkronisasi oleh jam. Output dari semua elemen penyimpanan (sandal jepit) di sirkuit pada waktu tertentu, data biner yang dikandungnya, disebut keadaan sirkuit. Keadaan sirkuit sinkron hanya perubahan pada jam pulsa. Pada setiap siklus, negara berikutnya ditentukan oleh keadaan saat ini dan nilai dari sinyal input ketika pulsa clock terjadi. Keuntungan utama dari logika sinkron adalah kesederhanaannya. Gerbang logika yang melakukan operasi pada data memerlukan jumlah waktu yang terbatas untuk merespon perubahan masukan mereka. Ini disebut delay propagasi. Interval antara jam pulsa harus cukup lama sehingga semua gerbang logika memiliki waktu untuk menanggapi perubahan dan output mereka "puas" dengan nilai-nilai logika yang stabil, sebelum pulsa clock berikutnya terjadi. Selama kondisi ini terpenuhi (mengabaikan rincian tertentu lainnya) sirkuit dijamin akan stabil dan dapat diandalkan. Hal ini menentukan kecepatan operasi maksimum dari rangkaian sinkron. Logika sinkron memiliki dua kelemahan utama: Clock rate maksimum yang mungkin ditentukan oleh jalur logika paling lambat di sirkuit, atau dikenal sebagai jalur kritis. Setiap perhitungan logis, dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks, harus menyelesaikan dalam satu siklus clock. Jadi logika jalan yang menyelesaikan perhitungan mereka cepat yang menganggur banyak waktu, menunggu pulsa clock berikutnya. Oleh karena itu logika sinkron dapat lebih lambat daripada logika asynchronous. Salah satu cara untuk mempercepat sirkuit sinkron adalah untuk membagi operasi kompleks menjadi operasi sederhana beberapa yang dapat dilakukan dalam siklus jam berturut-turut. teknik yang dikenal sebagai pipelining. Teknik ini banyak digunakan dalam desain mikroprosesor, dan membantu untuk meningkatkan kinerja prosesor modern. Sinyal clock harus didistribusikan ke setiap flip-flop dalam rangkaian. Seperti jam biasanya sinyal frekuensi tinggi, distribusi ini mengkonsumsi jumlah yang relatif besar kekuasaan dan membuang panas banyak. Bahkan sandal jepit yang melakukan apa-apa mengkonsumsi sejumlah kecil daya, sehingga menghasilkan limbah panas dalam chip. Dalam perangkat portable yang memiliki daya baterai yang terbatas, sinyal clock berjalan bahkan bila perangkat tidak digunakan, memakan daya. Asynchronous logika sekuensial Logika sekuensial asynchronous tidak disinkronkan oleh sinyal clock, output dari rangkaian perubahan secara langsung dalam menanggapi perubahan masukan. Keuntungan logika asynchronous adalah bahwa hal itu dapat lebih cepat daripada logika sinkron, karena sirkuit tidak harus menunggu sinyal clock untuk input proses. Kecepatan perangkat berpotensi hanya dibatasi oleh penundaan propagasi dari gerbang logika yang digunakan. Namun, logika asynchronous lebih sulit untuk merancang dan tunduk pada masalah tidak ditemui dalam desain sinkron. Masalah utama adalah bahwa unsur-unsur memori digital sensitif terhadap sinyal masukan agar mereka tiba, jika dua sinyal tiba di gerbang logika pada waktu yang hampir bersamaan, yang menyatakan sirkuit masuk ke dapat bergantung pada sinyal yang sampai ke gerbang pertama. Oleh karena sirkuit bisa masuk ke negara yang salah, tergantung pada perbedaan-perbedaan kecil dalam penundaan propagasi dari gerbang logika. Ini disebut kondisi lomba. Masalah ini tidak separah di sirkuit sinkron karena output dari elemen memori hanya mengubah pada setiap pulsa clock. Interval antara sinyal clock ini dirancang untuk menjadi cukup lama untuk memungkinkan output dari elemen memori untuk "menyelesaikan" sehingga mereka tidak berubah ketika jam berikutnya datang. Oleh karena itu masalah waktu hanya karena "input asynchronous", input ke sirkuit dari sistem lain yang tidak disinkronkan dengan sinyal clock. Sirkuit sekuensial Asynchronous biasanya digunakan hanya dalam bagian kritis beberapa sistem lain di mana kecepatan sinkron adalah pada premium, seperti bagian dari mikroprosesor dan sirkuit pemrosesan sinyal digital, desain logika asynchronous menggunakan model matematika yang berbeda dan teknik dari logika sinkron, dan merupakan area aktif penelitian. Algoritma Binary & Sequential Search Binary Search adalah algoritma pencarian yang lebih efisien daripada algorima Sequential Search. Hal ini dikarenakan algoritma ini tidak perlu menjelajahi setiap elemen dari tabel. Kerugiannya adalah algoritma ini hanya bisa digunakan pada tabel yang elemennya sudah terurut baik menaik maupun menurun.Pada intinya, algoritma ini menggunakan prinsip divide and conquer, dimana sebuah masalah atau tujuan diselesaikan dengan cara mempartisi masalah menjadi bagian yang lebih kecil. Algoritma ini membagi sebuah tabel menjadi dua dan memproses satu bagian dari tabel itu saja. Algoritma ini bekerja dengan cara memilih record dengan indeks tengah dari tabel dan membandingkannya dengan record yang hendak dicari. Jika record tersebut lebih rendah atau lebih tinggi, maka tabel tersebut dibagi dua dan bagian tabel yang bersesuaian akan diproses kembali secara rekursif. contoh program searching (binary) pada c++ : ‪#‎include #include int data[10] = {1,3,4,7,12,25,40,65,78,90}; //variabel global int binary_search(int cari) { int l,r,m; int n = 10; l = 0; r = n-1; int ketemu = 0; while(l<=r && ketemu==0) { m = (l+r)/2; if( data[m] == cari ) ketemu = 1; else if (cari < data[m]) r = m-1; else l = m+1; } if(ketemu == 1) return 1; else return 0; } void main() { clrscr(); int cari,hasil; cout<<”masukkan data yang ingin dicari = “; cin>>cari; hasil = binary_search(cari); if(hasil == 1) { cout<<”Data ada!”< #include void main() { clrscr(); int data[8] = {8,10,6,-2,10,7,1,100}; int cari,index; int ketemu=0; cout<<”masukkan data yang ingin dicari = “; cin>>cari; for(int i=0;i<8 data-blogger-escaped-0="" data-blogger-escaped-100="" data-blogger-escaped-10="" data-blogger-escaped-12="" data-blogger-escaped-1="" data-blogger-escaped-2="" data-blogger-escaped-3="" data-blogger-escaped-4="" data-blogger-escaped-50="" data-blogger-escaped-5="" data-blogger-escaped-6="6" data-blogger-escaped-7="" data-blogger-escaped-8="" data-blogger-escaped-:="" data-blogger-escaped-a="" data-blogger-escaped-ada="" data-blogger-escaped-adalah="" data-blogger-escaped-akan="" data-blogger-escaped-algoritma="" data-blogger-escaped-array="" data-blogger-escaped-ata="" data-blogger-escaped-atau="" data-blogger-escaped-berarti="" data-blogger-escaped-berikut:="" data-blogger-escaped-beruntun="" data-blogger-escaped-berurut="" data-blogger-escaped-boolean.="" data-blogger-escaped-boolean="" data-blogger-escaped-break="" data-blogger-escaped-cara="" data-blogger-escaped-cari="" data-blogger-escaped-cocok="" data-blogger-escaped-cout="" data-blogger-escaped-cukup="" data-blogger-escaped-dalam="" data-blogger-escaped-dan="" data-blogger-escaped-dari="" data-blogger-escaped-data-data="" data-blogger-escaped-data.="" data-blogger-escaped-data="" data-blogger-escaped-demi="" data-blogger-escaped-dengan="" data-blogger-escaped-di="" data-blogger-escaped-dicari="" data-blogger-escaped-digunakan="" data-blogger-escaped-dilakukan="" data-blogger-escaped-dimensi="" data-blogger-escaped-dimulai="" data-blogger-escaped-dipahami.="" data-blogger-escaped-diperiksa.="" data-blogger-escaped-diperoleh="" data-blogger-escaped-ditemukan.="" data-blogger-escaped-ditemukan="" data-blogger-escaped-dua="" data-blogger-escaped-elemen="" data-blogger-escaped-else="" data-blogger-escaped-endl="" data-blogger-escaped-getch="" data-blogger-escaped-harga="" data-blogger-escaped-hasil="" data-blogger-escaped-hingga="" data-blogger-escaped-i="" data-blogger-escaped-if="" data-blogger-escaped-ilustrasi="" data-blogger-escaped-index="" data-blogger-escaped-ini="" data-blogger-escaped-iterasi="" data-blogger-escaped-jenis="" data-blogger-escaped-jika="" data-blogger-escaped-kali="" data-blogger-escaped-kasus="" data-blogger-escaped-ke-1="" data-blogger-escaped-ke="" data-blogger-escaped-kelompok="" data-blogger-escaped-kemudian="" data-blogger-escaped-ketemu="=" data-blogger-escaped-kita="" data-blogger-escaped-kompleksitas="" data-blogger-escaped-larik="" data-blogger-escaped-linear="" data-blogger-escaped-linier="" data-blogger-escaped-macam="" data-blogger-escaped-melakukan="" data-blogger-escaped-membandingkan="" data-blogger-escaped-meminta="" data-blogger-escaped-mempunyai="" data-blogger-escaped-menampilkan="" data-blogger-escaped-mencari="" data-blogger-escaped-mencocokan="" data-blogger-escaped-metode="" data-blogger-escaped-misalnya="" data-blogger-escaped-mudah="" data-blogger-escaped-mulai="" data-blogger-escaped-n="" data-blogger-escaped-nilai="" data-blogger-escaped-nmax="" data-blogger-escaped-o="" data-blogger-escaped-pada="" data-blogger-escaped-pembahasan="" data-blogger-escaped-pencairan="" data-blogger-escaped-pencarian="" data-blogger-escaped-pencocokan="" data-blogger-escaped-pengulangan="" data-blogger-escaped-per="" data-blogger-escaped-pertama="" data-blogger-escaped-program="" data-blogger-escaped-proses="" data-blogger-escaped-sama="" data-blogger-escaped-sampai="" data-blogger-escaped-satu="" data-blogger-escaped-search="" data-blogger-escaped-sebagai="" data-blogger-escaped-sebanyak="" data-blogger-escaped-sebuah="" data-blogger-escaped-secara="" data-blogger-escaped-sederhana="" data-blogger-escaped-sehingga="" data-blogger-escaped
By : AHMAD HIDAYATULLAH ICHSAN_RPL SMK NEGERI 8 SEMARANG


Kamis, 08 Agustus 2013

By on 06.22
اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ اَللّهُ. اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، وَلِلّهِ الْحَمْدِ,

Selamat Idul Fitri 1434 Hijriah..
Minal aidin walfaizin mohon maaf lahir dan batin

Senin, 05 Agustus 2013

By on 07.58
STRUKTUR KONTROL PERULANGAN (LOOPING)
  Perulangan : Perulangan data atau yang biasa disebut dengan “looping” adalah proses yang dilakukan secara berulang-ulang sampai batas yang ditentukan. Biasanya bila dalam perulangan tersebut tidak disertakan batasnya maka syntax akan error karena proses itu akan berulang terus hingga tak terhingga sementara variabel dalam komputer masih terbatas. Jenis : a. FOR Syntax : for (inisialisasi ; syarat ; penambahan) { pernyataan} inisialisasi : keadaan awal dari variabel control syarat : ekspresi relasi yang merupakan kondisi penambahan : pengatur perubahan nilai variabel control Contoh : for (i=0;i<10;i++) { p=2+i; } b. WHILE Syntax : while (kondisi){ pernyataan} Contoh : i=0 while (i<10) { p=2+i; i++; } c. DO – WHILE Syntax : do { pernyataan} while (kondisi); Contoh : i=0 do { i++; } while (i<10) Perbedaan antara FOR, WHILE, dan DO-WHILE : For : untuk mengulang suatu proses yang telah diketahui jumlahnya. While : Pre Tested Loop untuk mengulang suatu proses yang belum diketahui jumlahnya. Pengecekan kondisi akan dilakukan terlebih dahulu. Jika kondisi masih bernilai true, maka looping akan terus berlanjut. Do-while : Post Tested Loop untuk mengulang suatu proses yang belum diketahui jumlahnya. Instruksi akan dijalankan lebih dahulu, kemudian dilakukan pengecekan kondisi apabila masih bernilai true maka looping akan terus berlanjut. Makna lainya yang sama : PERULANGAN / LOOP Struktur Perulangan digunakan untuk mengulang sekumpulan perintah sesuai dengan kondisi yang diberikan. Proses perulangan biasanya digunakan untuk mengulang proses pemasukan data, mengulang proses perhitungan dan mengulang untuk proses penampilan hasil pengolahan data, dengan jumlah tertentu jika sebuah kondisi belum terpenuhi. Pada bahasa pemrograman, perulangan proses ditangani dengan suatu mekanisme yang dinamakan dengan nama loop. Denganloop, suatu proses yang berulang dapat diimplementasikan dengan menggunakan statement-statement yang pendek, tanpa harus menuliskan statemen berulang-ulang. Ada 3 (tiga) cara untuk melakukan perulangan di C++ yaitu : 1. For statement 2. While statement 3. Do while statement PENJELASAN 1. For Statement Ini adalah statement perulangan yang paling sering digunakan. Statement for memiliki 3 parameter, yaitu nilai awal (initial value), tes kondisi yang menentukan akhir loop, dan penentu perubahan nilai. Bentuk umum : For (<init-exp> ; <test-exp> ; <inc/dec-exp> ) Statement ; Keterangan : • Init-exp : ekspresi yang digunakan untuk melakukan inisialisasi terhadap variable-variabel tertentu, terutama variable yang digunakan untuk melakukan iterasi. Init-exp dapat berupa ekspresi maupun pendefinisian variable. • Test-exp : ekspresi yang memegang control terhadap proses perulangan tersebut, pada bagian ini akan ditentukan apakah proses perulangan akan tetap berlangsung atau tidak. • Inc/dec-exp : digunakan untuk mengatur perubahan nilai variable. Umumnya nilai variable tersebut bertambah / berkurang 1 (satu) 2. WHILE STATEMENT Pernyataan while adalah pernyataan yang berguna untuk memproses suatu pernyataan atau memproses pernyataan beberapa kali. Pernyataan atau aksi akan di ulang jika kondisi bernilai benar dan jika salah maka keuar dari blok perulangan (loop) Bentuk umum While : <Inisialisasi> while (kondisi) { Pernyataan ; } 3. DO WHILE STATEMENT Perulangan akan dilakukan minimal 1x terlebih dahulu, kemudian baru dilakukan pengecekan terhadap kondisi, jika kondisi benar maka perulangan masih akan tetap dilakukan. Perulangan dengan do…while() akan dilakukan sampai kondisi false. Perbedaan dengan while statement adalah : pada do while kondisi akan dievaluasi setelah dilakukan statement/proses. Selain itu pada do while minimal akan dilaksanakan 1 (satu) kali statement/instruksinya.
By Ahmad Hidayatullah Ichsan_X RPL 1 SMK Negeri 8 Semarang 
@ahmadichsan11/ahmadichsan11@rocketmail.com

Minggu, 28 Juli 2013

Sejarah

By on 02.43
Sejarah
By on 00.58
Hukum Listrik dan OHM ada 4 bagian dasar dalam listrik, yaitu :
- voltage/tegangan (v)
- current/arus ( I )
- Power/Tenaga (P)
- Resistance/Hambatan (R)

      Pengertian

 Tegangan, arus, tenaga, dan hambatan adalah bagian elektronik yang harus diketahui :

  • Tegangan adalah ukuran dari tenaga yang di butuhkan untuk mendorong elektron agar mengalir dalam suatu rangkaian, tegangan diukur dalam volt (V)
  • Arus adalah ukuran dari sejumlah elektron yang bergerak dalam suatu rangkaian, arus diukur dalam satuan ampere (I)
  • Tenaga adalah ukuran dari tekanan yang dibutuhkan untuk mendorong elektron mengalir pada rangkaian yang disebut dengan tegangan, perkalian angka dari elektron   yang mengalir dalam rangkaian disebut dengan arus.  Ukurannya disebut dengan Watt(W). Power supply komputer dikur dalam watt 
  • Resistatan adalah hambatan arus yang mengalir dalam suatu rangkaian, yang diukur delam OHM. Hambatan yang kecil mengalirkan banyak arus dan tenaga yang mengalir dalam suatu ragkaian. Skring yang baik adalah yang memiliki hambatan kecil atau ukurannya hampir sama dengan 0 Ohm 

Terdapat dasar equation yang menyatakan bagaimana tiga hal yang berkaitan satu sama lain. Ia menyatakan bahwa tegangan yang sama dengan saat ini dikalikan dengan perlawanan. Hal ini dikenal sebagai Hukum Ohm.
                V = IR
Dalam sebuah sistem listrik, daya (P) sama dengan tegangan dikalikan dengan saat ini.
  P = VI
Dalam sebuah sirkuit listrik, meningkatkan yang sekarang atau akan menghasilkan tegangan listrik tinggi.
Sebagai contoh tentang bagaimana ini bekerja, bayangkan sederhana sirkuit yang memiliki 9 V dop ketagihan sampai 9-V baterai. Kuasa output dari dop adalah 100-W. Menggunakan persamaan di atas, kita dapat menghitung berapa sekarang di amps akan diminta untuk mendapatkan 100-W dari ini 9-V bohlam. 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan
 

P = 100 W
V = 9 V
I= 100 W / 9 V = 11/11 A
Apa yang terjadi jika baterai V-12 dan 12-V dop digunakan untuk mendapatkan daya dari 100 W?
100 W / 12 V = 8,33 amps
Sistem ini menghasilkan daya yang sama, tetapi dengan kurang saat ini.

Komputer biasanya menggunakan pasokan listrik mulai dari 200-W-500 W. Namun, beberapa komputer mungkin harus 500 W-800-W pasokan listrik. Ketika membangun sebuah komputer, memilih listrik dengan daya cukup wattage ke semua komponen. Memperoleh informasi untuk wattage komponen dari pabriknya dokumentasi. Ketika memutuskan pada power supply, pastikan untuk memilih power supply yang memiliki daya lebih dari cukup untuk saat ini komponen. 
Posting BY A Hidyatullah Ichsan_X RPL 1 SMK Negeri 8 SEMARANG

Selasa, 09 Juli 2013

By on 21.41


A . Mengenal Internet
           Interconnted Networking atau sering disebut inrternet . Merupakan sekumpul jaringan komputer atau server di seluruh dunia yang saling terhubung satu sama lain dan membentuk suatu system jaringan informasi global jaringan internet tersebut bisa melalui berbagai macam media seperti,kabel,radio,satelit dll.Sekumpulan computer memiliki jumlah dan karakteris yang tidak sama,namun semua dihhubungkan oleh suatu protocol standart yang disebut TCP ( Transmission Control Protocol ) atau IP (Internet Protokol) . TCP / IP ini dapat diumpamakan sebagai bahasa yang dimengerti oleh semua jenis computer .
          TCP / IP tersusun atas 4 layer yaitu network access,internet,host-to-host transport,dan application . Protocol TCP / IP memberikan suatu IP number (nomor IP) yang unik pada setiap computer yang terhubung ke internet . Untuk memudahkan mengingat maka dibuatlah IP Address (alamat IP) sebagai  nomor IP . Setiap computer dan jaringan terhubung ke beberapa jalur utama yang disebut internet backbone dan dibedakan satu dengan yang lainnya menggunakan uniqe name yang biasa disebut dengan alamat IP 32 bit . contoh : 202.155,4,230 .
         Dalam internet terdapat dua tipe computer, yaitu computer server dan computer client,keunggulan dari internet adalah komunikasi yang murah,sumber informasi yang besar,tantangan baru untuk berusaha.dan lain sbgnya.

B . Sejarah Internet                                                                                                                                           
        Sejarah internet dimulai pada tahun 1969 . Internet merupakan jaringan computer yang dibentuk departemen pertahanan Amerika Serikat, melalui proyek defense . Advenced Research projects Agency (DARPA) Darpa mengadakan penelitian tentang bagaimana dengan hardware dan software computer yang berbasis UNIX .  Penelitian tersebut dikenal sebagai Advenced Research Projects Agency Network ( ARPANET )
       Pada tahun 1982 dibentuk transmission control projects (TCP) dan internet protocol (IP) . Pada tahun 1984 diperkenalkan system nama DOMAIN kemudian dikenal dengan DNS atau domain menu system . Tahun 1988 mulai dikenalkan internet Relay Chat (IRC) . Kemudian tahun 1990 ditemukan world Wide Web (www), berfungsi sebagai browser yang memungkinkan untuk menjelajah internet oleh tim Berners Lee .

C . Layanan Internet
       Internet menyediakan layanan atau aplikasi yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan . Software aplikasi yang berjalan diatas sebuah protocol disebut sebagai aplikasi client . Berikut beberapa aplikasi yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna internet .
1 . World Wide Web (www)
        WWW ditemukan oleh Tim Burners  Lee .  Web merupakan aplikasi internet yang paling populer . WWW adalah dokumen-dokumen internet yang disimpan di server-server yang terdapat di seluruh dunia . Dokumen web tersebut dibuat dengan format hypertext dan hypermedia dengan menggunakan Hypertext MaKup Language (HTML) . Dokumen yang dibuat dengan HTML tersebut dapat memuat teks, gambar, animasi, audio, dan video .
        Web dapat diakses perangkat lunak . Browser membaca halaman-halaman web yang tersimpan dalam webserver melalui protocol yang disebut HTTP . jenis-jenis browser yang sering digunakan adalah safari, internet explorrer, mozila firefox, opera, dll .

2 . Electronic Mail (e-mail)
        Email merupakan aplikasi yang memungkinkan para pengguna internet dapat saling berkirim pesan melalui email di internet . Para pengguna email memiliki sebuah mail box-yang tersimpan mail server .

3 . Mailling List (milis)
        Mailling List adalah aplikasi internet yang digunakan sebagai sarana diskusi atau bertukar informasi dalam satu kelompok melalui email . MILIS dibagi menjadi 2 kategori,sbg berikut :
a.       Berdasarkan topik, misalnya tentang otomotif
b.      Berdasarkan kelompok tertentu, misalnya mailing list alumni SMK HARAPAN BANGSA .

4 . File Transfer Protocol (FTP)
      FTP merupakan fasilitas yang dapat digunakan oleh pengguna internet untuk melakukan pengirman (upload) atau mengunduh sebuah file .

5 . Newsgroup
      Newsgrup adalah forum-forum diskusi secara online di internet . Newsgroup merupakan bagian daeri USENET . Newsgroup dikelompokkan berdasarkan topik-topik yang di bicarakan di dalamnya , misalnya topic politik, ekonomi, olahraga, dll .
6 . Internet Relay Chat (IRC)
          Layanan IRC sering disebut juga “chat” , dalam sebuah sesi chat, komunikasi terjalin dengan cara saling bertukar pesan-pesan singkat . Kegiatan  ini disebut chatting, dan pelakunya disebut chatter . Kegiatan chatting membutuhkan software yang disebut IRC Client, diantaranya yang paling populer adalah software mirc .

7 . Telnet
          Telnet adalah fasilitas internet yang memberikan fasilitas seperti halnya computer, yang menghubungkan ke suatu Bulletin Board System (BBS) .

8 . Gupher
          Gupher adalah aplikasi yang digunakan untuk mencari informasi yang ada di internet .Namun informasi yang dicari hanya terbatas pada texs saja . Untuk mendapatkan informasi melalui gupher, kamu harus menghubungkan diri dengan gupher server yang ada di internet

9 . Ping
         Ping adalah singkatan dari Packet Internet Gupher . Ping digunakan untuk mengetahui terkoneksikah computer kamu dengan computer lain .

10 . Web Blog
        Web Blog adalah Anline Joumal atau Anline Diary yang dipublikasikan lewat internet . Web Blog mempunyai beberapa cirri khas yang unik , yaitu isi web blog di-update setiap saat oleh pemiliknya

                                                                                                                                                            By : Ahmad Hidayatullah Ichsan
Twitter : @ahmadichsan11
Fb : Ahmad Hidayatullah Ichsan
CV.RHESTU MANDIR